Kamis, 20 Oktober 2011

Ayahku Seorang Tukang Batu

Alkisah, sebuah keluarga sederhana memiliki seorang putri yang menginjak remaja. Sang ayah bekerja sebagai tukang batu di sebuah perusahaan kontraktor besar di kota itu. Sayang, sang putri merasa malu dengan ayahnya. Jika ada yang bertanya tentang pekerjaan ayahnya, dia selalu menghindar dengan memberi jawaban yang tidak jujur. "Oh, ayahku bekerja sebagai petinggi di perusahaan kontraktor," katanya, tanpa pernah menjawab bekerja sebagai apa.

Putri lebih senang menyembunyikan keadaan yang sebenarnya. Ia sering berpura-pura menjadi anak dari seorang ayah yang bukan bekerja sebagai tukang batu. Melihat dan mendengar ulah anak semata wayangnya, sang ayahnya bersedih. Perkataan dan perbuatan anaknya yang tidak jujur dan mengingkari keadaan yang sebenarnya membuatnya telah melukai hatinya.

Hubungan di antara mereka jadi tidak harmonis. Putri lebih banyak menghindar jika bertemu dengan ayahnya. Ia lebih memilih mengurung diri di kamarnya yang kecil dan sibuk menyesali keadaan. "Sungguh Tuhan tidak adil kepadaku, memberiku ayah seorang tukang batu," keluhnya dalam hati.

Melihat kelakuan putrinya, sang ayah memutuskan untuk melakukan sesuatu. Maka, suatu hari, si ayah mengajak putrinya berjalan berdua ke sebuah taman, tak jauh dari rumah mereka. Dengan setengah terpaksa, si putri mengikuti kehendak ayahnya.

Setelah sampai di taman, dengan raut penuh senyuman, si ayah berkata, "Anakku, ayah selama ini menghidupi dan membiayai sekolahmu dengan bekerja sebagai tukang batu. Walaupun hanya sebagai tukang batu, tetapi ayah adalah tukang batu yang baik, jujur, disiplin dan jarang melakukan kesalahan. Ayah ingin menunjukkan sesuatu kepadamu, lihatlah gedung bersejarah yang ada di sana. Gedung itu bisa berdiri dengan megah dan indah karena ayah salah satu orang yang ikut membangun. Memang, nama ayah tidak tercatat di sana, tetapi keringat ayah ada di sana. Juga, berbagai bangunan indah lain di kota ini dimana ayah menjadi bagian tak terpisahkan dari gedung-gedung tersebut. Ayah bangga dan bersyukur bisa bekerja dengan baik hingga hari ini."

Mendengar penuturan sang ayah, si putri terpana. Ia terdiam tak bisa berkata apa-apa. Sang ayah pun melanjutkan penuturannya, "Anakku, ayah juga ingin engkau merasakan kebanggaan yang sama dengan ayahmu. Sebab, tak peduli apa pun pekerjaan yang kita kerjakan, bila disertai dengan kejujuran, perasaan cinta dan tahu untuk apa itu semua, maka sepantasnya kita mensyukuri nikmat itu."

Setelah mendengar semua penuturan sang ayah, si putri segera memeluk ayahnya. Sambil terisak, ia berkata, "Maafkan putri Yah. Putri salah selama ini. Walaupun tukang batu, tetapi ternyata Ayah adalah seorang pekerja yang hebat. Putri bangga pada Ayah." Mereka pun berpelukan dalam suasana penuh keharuan.

Jendral dan Penggembala Bebek

Seorang jenderal panglima perang beserta sisa pasukannya baru saja kembali dari medan pertempuran. Mereka terlihat sangat kelelahan dan nampak sebagian dari mereka terluka. Perjalanan mereka terhenti di sebuah sungai dan mereka pun beristirahat sejenak melepas lelah sambil mengobati prajurit yang terluka. Saat perjalanan akan dilanjutkan mereka harus menyeberangi sungai itu, air sungai nampak tenang dan membuat sang jenderal mencari-cari lokasi yang dianggapnya tepat untuk menyeberang.

Tak jauh dari tempat itu nampak seorang pengembala bebek, dan sang jenderal bertanya "Hey penggembala bebek, kami harus menyeberang sungai ini, tunjukkan disebelah mana tempat yang aman untuk kami menyeberangi sungai ini?" Si penggembala bebek tergopoh-gopoh berlari mendekati sang jenderal dan segera menunjukkan arah tak jauh dari tempatnya berdiri dimana bebek-bebeknya berada.

Sang jenderal segera menginstruksikan beberapa prajuritnya untuk menaiki kuda masing-masing dan masuk ke sungai ditempat yang ditunjukkan oleh si penggemabal bebek. Namun apa dinyana sesampai ditengah sungai, kuda yang berada di barisan paling depan terperosok dan penunggangnya terjatuh hingga nyaris hanyut terbawa arus sebelum akhirnya tertolong oleh rekan-rekan prajurit lainnya.

Sang jenderal sangat marah dan segera memerintahkan para prajuritnya menangkap si penggembala bebek dan bersiap untuk memenggal kepalanya. "Hey anak muda, sungguh berani sekali kamu menyesatkan kami, hampir saja prajuritku mati gara-gara kamu" si penggembala bebek menangis ketakutan seraya memohon ampun, katanya terbata-bata "Ampun.. ampun.. Tuan.. sungguh saya tidak bermaksud mencelakakan Tuan" Sang jenderal makin geram dan berteriak "Kamu lihat sendiri, arah yang kamu tunjukkan adalah salah, sungai disana sangat dalam dan seekor kuda telah mati gara-gara kamu!"

"Ampun.. Tuan, ampun.. bukankah tadi di tempat itu bebek-bebek saya berenang dengan aman?"

Kali ini sang jenderal tertegun, sejenak berpikir lalu tersadarkan bahwa dirinya telah salah bertanya kepada orang yang tidak tepat. Serta merta dia memerintahkan prajuritnya untuk membebaskan si penggembala bebek itu.

Seorang pria dewasa yang kekanak2an dan wanita dewasa yang juga kekanak2an bermain bersama2..sangat harmonis..

"kalian berpacaran!!" kata teman mereka.

"betulkah?? apakah kami berpacaran?" si pria bertanya kepada orang lain..juga bertanya kepada diri sendiri..ya, mereka tidak bisa membedakan mereka sendiri saling mencintai atau hanya sebuah persahabatan.

maka dari itu, mereka bertanya kepada orang yang bijaksana.

"tolong beritahu kami perbedaan antara persahabatan dan cinta!" pinta mereka.

orang bijaksana itu tersenyum lalu berkata, "kalian mengajukan pertanyaan sulit yang sulit dijelaskan. cinta dan persahabatan seperti sepasang kakak adik yang sangat berbeda. mereka mempunyai kesamaan, tetapi juga memiliki perbedaan yang mendasar. ada kalanya, mereka sangat mudah dibedakan, tapi kadang sangat sulit dibedakan."

"contohnya?" tanya mereka.

"persahabatan dan cinta adalah perasaan paling indah yang dimiliki oleh manusia. ketika mereka membawa kebahagiaan, keindahan dan kebaikan bagi manusia, mereka tidak bisa dibedakan ; tapi ketika meraka menemui kesulitan, maka tidak akan sama."

"misalnya..."

"misalnya, cinta berkata : kamu hanyalah milikku seorang ; persahabatan malah berkata : selain aku, masi boleh ada dia dan dia."

"ketika sahabat datang, ia akan berkata : silahkan duduk, silahkan duduk. ketika orang yang kau cintai datang, kau akan langsung memeluknya, tanpa berkata apapun."

"ketika orang yang kamu cintai melukai hatimu, hatimu akan terluka, tapi kamu justru merindukannya. ketika sahabat melukaimu, kamu bisa meninggalkannya, melupakan luka itu."

"ketika sahabatmu akan pergi jauh, kamu akan tersenyum danberkata : hati hati di jalan..semoga selamat sampai tujuan. tetapi ketika orang yang kamu cintai akan pergi jauh, kamu akan menangis dan berkata : tolong jangan lupakan aku."

" ketika orang yang kamu cintai meninggal, kamu akan berlutut di sebelah makamnya dan berkata : sebenarnya aku juga sudah meninggal bersamamu. ketika sahabatmu meninggal, kamu akan diam2 menyumbangkan se buket bunga untuknya, mengukirkan namanya dalam hatimu, dan diam2 pergi..."

kedua pria dan wanita itu bertatapan dan tertawa, lalu mereka saling bertanya, " ketika aku pergi jauh, kamu akan tertawa kah? atau kamu akan menangis?"
 

MiuAsakura Blog © 2008. Template Design By: SkinCorner